Budaya Pembodohan Terstruktur

Hari ini pun di permulaan penulisan yang ke dua ini masih Bingung mau nulis apa mungkin masih Gaptek pegang kendali Blog ini...  memang susah belajar dari awal...,,, ""Apa nulis Kejadian di kampus tadi,,, "

Sudah sebulan lebih analisis MABA ( Mahasiswa Baru Unpatti Bahasa Inggris)
" Sedikit berbagi nih,,, Dalam Prodi Bahasa inggris UNIVERSITAS PATTIMURA Mahasiswa Baru  dianggap seperi bebek yang mengikuti Sang Gembalan penggringanya,, apapun instruksinya, yah Follow up... Dunia Kampus memang nyatanya berbeda dengan Dunia Sekolah.... Ketika Sekolah Analoginya seperti Pemegang kertas peta Pulau Ambon Bertemu dengan pemegang kertas Kepulauan Maluku ( Dunia Kampus)... Memang hakikat pembicaraan di menangkan oleh The Winner of Mollucas Arciphelago,,,, So just Guess,,, Alur pembicaraan tentang letak tempat dan jalanya sebuah pembicaraan di menangkan oleh peta maluku ini""""
Peta pulau Ambon           : Mahasiswa Baru
Peta kepulauan Maluku   : Mahasiswa Tua Dinas.....
Jadi Dah PEMBALASAN....... Heran,,, Waktu Di Mainin ama Kakak Kelasnya, Napa Nggak Balas... Balasan yang berbalik,, Malah Sasaranya Bebek Baru .....

So, Cerita Haus Berkuasanya seperti sebuah sistem pengajaran di lakukan dengan ajaran Literal,,, artinya mengajari untuk mengenal sesuatu untuk di takuti (Sistem pengajaran dengan meletakan dasar pembelajaran dunia kampus(Belajar menghargai lebih, dan Mengenal lebih)" Tau sendiri bagi yang kakak kelasnya,,,,,
Jangan Juga dengan Sistem berkuasa ......... ) Mengajarkan dengan Meletakan Jidat adik kita  di atas kaki kita....kita di lahirkan dengan anugrah untuk menjadi bebas,  Bahkan adik kita ini adalah air yang mengalir, ingat  berikan jalur, kepada arus yang mengalir, pupuki dengan semangat, ajarilah bahwa dia dapat menentang dunia sehingga dapat mengalirderas seperti sungai, dan bisa membawa manfaat pada orang lain.
Don't Forget be a motivator, Teacher, Conselor for Them, Not a Conquer......

Seperti inilah Narasinya......






1 comment

24 Agustus 2011 pukul 00.11

Dasar kodok yang nulis

Posting Komentar - Back to Content