Jika kamu yakin bisa mencapai sesuatu dan semua orang mengatakan itu mustahil, merendahkan kemampuanmu, menggangapmu pemimpi di siang bolong, mengasihani nasibmu yang mereka anggap malang, mendorongmu untuk bermimpi daripada bablas gila, mengajakmu bersikap realistis apa yang kamu lakukan?
bahkan jika secara logikamu sendiri, dari pengalaman masa lalumu, dari pengalaman mas lalumu, dari pengalaman orang lain, dari bukti-bukti yang terlihat menunjukan bahwa mimpi itu mustahil dan kamu cuma punya setitik keyakinan yang tak bisa di jelaskan dengan bahasa rasional tapi kau rasakan begitu kuat menguasai hatimu: apa yang kau lakukan?
jika pertanyaan di atas samapi ke saya inilah jawabanya:
Saya akan jalan terus, apapun yang terjadi!
Saya ini manusia keras kepala dan berhati udara. Saya ini tak bakal percaya gagal, kecuali jika jatuh ke dalam parit dan tak bisa bangun lagi. Ujian dan cemohan tak akan membuat lemah, justru malah menguatkan. Merendahkan saya dengan kata-kata sinis hanya akan membakar api semangat saya untuk terus maju.
Pukulah saya sampai jatuh, nanti akan kau temui muka lebam dengan senyum di bibirnya yang mulai berdarah. pukulah saya lagi, nanti akan kau temui muka lebam, penuh darah, mata membiru dengan senyum di bibirnya yang berdarah. pukulah saya lagi, nanti akan kau temui muka remuk penuh dara, mata terpejam menghitam dengan senyum di bibirnya yang berdarah-darah. pukulah terus-menerus sampai habis tenagamu, mintalah semua orang memukuli saya, kalian akan menemukan mayat yang remuk tulang belulangnya, mandi darah, tapi bibirnya tetap tersenyum.
sesuatu yang sangat saya yakini tak mungkin tergadai hanya hal-hal buruk menimpa saya..
Anda sedang membaca artikel tentang Saat Harus Berbeda dan anda bisa menemukan artikel Saat Harus Berbeda ini dengan url https://glazerizqy.blogspot.com/2011/10/saat-harus-berbeda.html. Anda boleh menyebarluaskan atau mengcopy artikel Saat Harus Berbeda ini jika memang bermanfaat bagi anda atau teman-teman anda,namun jangan lupa untuk mencantumkan link sumbernya.
Posting Komentar - Back to Content