Was-was mengawas, seorang anak kecil, gundul dan masih berkeringat memegang sebuah karung besar, nafasnya terlihat tersenggal merunduk mengumpul botol bekas kemasan.
Wi, sejenak matanya memejam berbalik arah, seingatnya kemarin Ilas, sempat menghinanya....
Rasa kemarahan Awi, masih terlihat,,,
Sepertinya momentumnya kurang tepat.. Pinta si ilas...
Tak apalah, toh hanya ingin minta maaf....
Ilas membernaikan diri, Teman, khan itu kemarin,, toh maafkan daku ini...
Masih dengan setengah marah awi masih menyimpan perasaan kesalnya,,
TOP.... Kamu top dah... Kau ingat kemarin itu iblis merasukiku kawan... Kau tahu biaya timbangan botolnya naik sebanyak 2000, ku bantu kau mengumpulkanya sobat,,
Masih terdiam awi sedikit bersuara, Benarkah,,
................................................................
Wi, sejenak matanya memejam berbalik arah, seingatnya kemarin Ilas, sempat menghinanya....
Rasa kemarahan Awi, masih terlihat,,,
Sepertinya momentumnya kurang tepat.. Pinta si ilas...
Tak apalah, toh hanya ingin minta maaf....
Ilas membernaikan diri, Teman, khan itu kemarin,, toh maafkan daku ini...
Masih dengan setengah marah awi masih menyimpan perasaan kesalnya,,
TOP.... Kamu top dah... Kau ingat kemarin itu iblis merasukiku kawan... Kau tahu biaya timbangan botolnya naik sebanyak 2000, ku bantu kau mengumpulkanya sobat,,
Masih terdiam awi sedikit bersuara, Benarkah,,
................................................................