Saat Matahari Senja Menyapa

Was-was mengawas, seorang anak kecil, gundul dan masih berkeringat memegang sebuah karung besar, nafasnya terlihat tersenggal merunduk mengumpul botol bekas kemasan.

Wi, sejenak matanya memejam berbalik arah, seingatnya kemarin Ilas, sempat menghinanya....
Rasa kemarahan Awi, masih terlihat,,,
Sepertinya momentumnya kurang tepat.. Pinta si ilas...
Tak apalah, toh hanya ingin minta maaf....
Ilas membernaikan diri, Teman, khan itu kemarin,, toh maafkan daku ini...
Masih dengan setengah marah awi masih menyimpan perasaan kesalnya,,

TOP.... Kamu top dah... Kau ingat kemarin itu iblis merasukiku kawan... Kau tahu biaya timbangan botolnya naik sebanyak 2000, ku bantu kau mengumpulkanya sobat,,
Masih terdiam awi sedikit bersuara, Benarkah,,

................................................................

ADUH

Saat terjatuh dalam keterperukan bahkan ketika kita bersenang di bawah Kesenangan semu....
Saat Kalimat terakhir yang di ingin di ucapkan, lantaran sosok utusan tuhan mengambil Kesenangan itu,
dan
Ketika Hati sudah lantaran jatuh, bahkan tak terlihat lagi suapan anugrah dan ampunan Tuhan kita.
Ketika Jiwa ini sudah menjadi gelap. sulit temukan secercah cahaya,,, bagaimana cara mengatasinya.

Mati, Dunia sebutan untuk kehampaan, Face to Face, Tubuh kita bahkan akan menentang kita dengan semangatnya, ungkapkan realita...
Di saat itulah harapan kita pupus untuk bertindak arogan, sombong akan hidup kita...
Maafkan aku tuhanku, sungguh maafkan aku,,,,
Anugerahmu agung...
Hanya  hamba ini terlena dengan panggung yang hanya 2 menitan dari perjalanan yang sungguh panjang.......

Saat Harus Berbeda

Jika kamu sendirian punya keyakinan, sementara semua teman-temanmu, semua orang -  semuanya - punya pandangan yang berbeda 180 derajat: apa yang kamu lakukan?

Jika kamu yakin bisa mencapai sesuatu dan semua orang mengatakan itu mustahil, merendahkan kemampuanmu, menggangapmu pemimpi di siang bolong, mengasihani nasibmu yang mereka anggap malang, mendorongmu untuk bermimpi daripada bablas gila, mengajakmu bersikap realistis apa yang kamu lakukan?

bahkan jika secara logikamu sendiri, dari pengalaman masa lalumu, dari pengalaman mas lalumu, dari pengalaman orang lain, dari bukti-bukti yang terlihat menunjukan bahwa mimpi itu mustahil dan kamu cuma punya setitik keyakinan yang tak bisa di jelaskan dengan bahasa rasional tapi kau rasakan begitu kuat menguasai hatimu: apa yang kau lakukan?

jika pertanyaan di atas samapi ke saya inilah jawabanya:
Saya akan jalan terus, apapun yang terjadi!

Saya ini manusia keras kepala dan berhati udara. Saya ini tak bakal percaya gagal, kecuali jika jatuh ke dalam parit dan tak bisa bangun lagi. Ujian dan cemohan tak akan membuat lemah, justru malah menguatkan. Merendahkan saya dengan kata-kata sinis hanya akan membakar api semangat saya untuk terus maju.

Pukulah saya sampai jatuh, nanti akan kau temui muka lebam dengan senyum di bibirnya yang mulai berdarah. pukulah saya lagi, nanti akan kau temui muka lebam, penuh darah, mata membiru dengan senyum di bibirnya yang berdarah. pukulah saya lagi, nanti akan kau temui muka remuk penuh dara, mata terpejam menghitam dengan senyum di bibirnya yang berdarah-darah. pukulah terus-menerus sampai habis tenagamu, mintalah semua orang memukuli saya, kalian akan menemukan mayat yang remuk tulang belulangnya,  mandi darah, tapi bibirnya tetap tersenyum.


sesuatu yang sangat saya yakini tak mungkin tergadai hanya hal-hal buruk menimpa saya..

Tidak semua guru hero

2 Tahun lalu ketika masih berstatus benih baru, pada sebuah tinkatan pendidikan (kampus namanya)
terdengar hebat dan menyimpan nuansa kedewasaan..
"bak anak kencur, kami kehilangan gigi untuk menggugat tentang strata kami, kami penyandang sifat skrofenia"sifat di mana kami berpandangan bahwa tindakan kami perbuat adalah sebuah kebenaran tanpa protes, dan pikiran untuk mempetimbangkan , tapi akibatnya hanya menjadi alat yang di gerakan.

" ku kerahkan pikiran untuk menentukan arah"
tapi terhalang sesuatu mazhab oleh Guru"
masyarakat melihat sekeliling, tanpa budaya baik pendukungya"
kami bukan budak suruhan, perintah sebuah ketidakberhasilan"
yang kami kenal tolong arahkan kami ke arah di mana
kami dapat mengecap rasa lezat pendidikan.....
saat itu sungguh kami berterima kasih kepada kalian guru kami...

Dunia berputar, slogan kutu buku berpindah, bermula pada guru, sekarang di kalahkan mesin pencari maya, tapi hakikatnya sama sekali bukan itu makanan gizi kami, tolong ajarkan kami mengenal moral pendidikan dan bukan karena pemanjaan nilai & ancamanya...
kami sayang kalian.......

doakan kami guru
semoga lebih baik lagi.

*Protes seorang Mahasiswa*